sosial


About Us


Results for DAKWAH

METODE MENGHAFAL AL-QUR’AN


Banyak sekali metode dalam menghafal al-Qur’an, dan setiap penghafal al-Qur’an memiliki metodenya tersendiri, namun setiap metode pasti memiliki kekurangan dan kelebihan, ada yang cepat, sedang, dan ada pula yang lambat, dan tentu kualitas hafalannyapun berbeda.
Kali ini saya akan mencoba berbagi salah satu metode yang saya pakai dalam menghafal al-Qur’an, mudah-mudahan bermanfaat.
Sebelumnya perlu kita ketahui bersama, bahwa kebanyakan dari kita hanya berfokus pada menghafalnya saja, menambah dan terus menambah hafalan, akhirnya ketika sudah selesai 30 juz, kita akan kesusahan untuk mengingat kembali dari juz pertama, dan itu adalah sebuah kerugian yang amat sangat besar.
Salah satu nikmat al-Qur’an adalah fakta bahwa al-Qur’an tidak seperti bacaan yang lain yang mana ketika sudah dihafal tidak gampang lupa, dan mudah bosan dalam membacanya. Berbeda dengan al-Qur’an, hafalan al-Qur’an sedikit demi sedikit akan hilang apabila tidak diulang-ulang, sehingga menuntut kita agar terus menerus mengulangnya sampai akhir hayat, dan mengulang-ulangnyapun tidak akan membuat kita bosan sedikitpun  (كلام قديم لا يمل سماعه).
Dalam menghafal al-Qur’an tidak bisa sekaligus, kita perlu menghafalnya sedikit demi sedikit, kalimat perkalimat, ayat perayat, tergantung kekuatan daya ingat kita.
MARI KITA MULAI DENGAN MENGHAFAL SATU HALAMAN
Jika mushaf yang kita pakai mengikuti mushaf Saudi Arabia, maka kita akan menemukan pada akhir setiap halaman adalah ayat, kita orang Indonesia sering menyebutnya Qur’an pojokan, biasanya terdiri dari 15 baris, dengan jumlah ayat yang berbeda-beda pada setiap halamannya.
Ikuti langkah-langkah berikut:
1.     Baca satu halaman penuh binnadzor (dengan melihat tulisan) satu kali. Dalam membaca harus disertai dengan konsentrasi pikiran, penglihatan, dan pendengaran. Proses ini disebut dengan proses merekam, merekam tulisan dengan mata, merekam suara dengan telinga, dan yang paling penting adalah merekam bacaannya dengan otak. Proses ini dilakukan supaya bisa meminialisir kesalahan saat menghafal.
2.     Alangkah lebih baik jika kita membaca terjemahannya juga. Memahami kisah yang ada pada halaman tersebut, karena itu akan memudahkan kita dalam menghafal dan juga hafalan kita akan lebih awet.
3.     Membiasakan bacaan. Yaitu dengan membaca kembali satu halaman itu binnadzor setelah membaca terjemahannya. Semakin banyak kita mengulang, maka akan semakin terbiasa mulut kita dalam melafalkannya, maka akan semakin mudah pula menghafalnya, dan semakit sedikit kesalah kita saat menghafalnya.
4.     Bagi satu halaman itu menjadi dua bagian, bagian atas dan bagian bawah. Atau bagi menjadi tiga bagian, bagian atas, bagian tengah dan bagian bawah.
5.     Mari mulai menghafal dari baris pertama. Baca dulu sesekali sampai kita bisa merekam tulisannya dengan benar tanpa ada yang kurang ataupun salah. Kemudian baru baca dengan bilghoib (tidak melihat mushaf), terus ulangi sampai tidak ada 1 kesalahanpun.
6.     Jika sudah berhasil tanpa ada kesalahan, barulah beranjak kebaris selanjutnya ataupun ayat berikutnya. Hafalkan persis seperti baris pertama. Selama menghafal baris atau ayat yang kedua tinggalkan dulu baris yang pertama dan fokus pada baris yang kedua. Jika sudah lancar, maka ulangi dari baris pertama dan sambung dengan baris kedua samapai lancar tanpa salah.
7.     Terus saja begitu sampai selesai setengah halaman. Jika sudah selesai setengah halaman  maka terus ulangi setengah halaman itu sampai tidak ada kesalahan.
Jika sudah lancar,
8.     Selanjutnya hafal setengah halaman bagian bawah. seperti biasa, tinggalkan dulu yang bagian atas dan fokus pada bagian bawah, terus ulangi setengah halaman bagian bawah sampai benar-benar hafal.
9.     Baru kemudian gabungkan antara setengah halaman bagian atas dengan setengah halaman bagian bawah, baca satu halaman penuh bilghoib, insyaAllah lebih mudah, karena sudah hafal dengan lancar perbagiannya. Ulangi 3 sampai 5 kali, insyaAllah hafalannya melekat.
Untuk pemula biasanya membutuhkan waktu sampai 1 jam lebih, tapi kalau sudah biasa insaAllah 30 menit cukup untuk menghafal satu halaman, dengan catatan harus tenang dan fokus.
TIPS
1.     Atur bacaan agar tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat.
2.     Perhatikan berapa lama kamu membaca 1 halaman dengan melihat.
3.     Berapa lama dalam membaca terjemah.
4.     Berapa lama dalam menghafal 1 baris, kemudian kalikan 15 baris.
5.     Berapa lama menggabungkan 2 ayat.
6.     Berapa lama menggabungkan hafalan setengah halaman, kemudian kalikan 2.
7.     Berapa lama menggabungkan hafalan 1 halaman.
8.     Hitung jumlah keseluruhan, jika dirasa terlalu lama, maka bisa mengurangi durasi mana yang bisa dikurangi, kemudian batasi. Contoh menghafal 1 baris yang biasanya 2 menit, kurangi menjadi 1 menit.

Ketika hendak menghafal halaman berikutnya maka tinggalkankan dulu halaman yang pertama dan fokus pada halaman yang akan dihafal. Jika sudah hafal, maka gabungkan dengan halaman sebelumnya, ulangi 2 halaman itu 2 atau 3 kali.
Kemudian setorkan, dan ulangi satu kali setelah setor.
Jangan lupa muraja’ah! Jika menghafal dipagi hari, maka ulangi lagi 1 kali di siang hari, 1 kali disore hari, dan 1 kali dimalam hari. Dan besoknya baca lagi 1 kali.
Intinya adalah fokus dan muroja’ah. Ketika sudah hafal setengah juz, maka ulangi setengah juz itu sampai lancar, baru kemudian beranjak menghafal ke halaman berikutnya. Namun setengah juz yang sudah dihafal jangan ditinggalkan, harus tetap dimuroja’ah.
Dan yang paling penting adalah berdoa kepada Allah agar dimudahkan dalam menghafal, karena al-Qur'an adalah kalam-Nya yang mulia. Menghafal al-Qur'an akan berbanding lurus dengan ketekunan ibadah kita kepada Allah, jika ingin sukses dalam menghafal al-Qur'an, maka rajin-rajinlah beribadah. jika ibadahnya saja malas-malasan, maka tentu akan kesulitan pula dalam menghafalnya.
Sukses dalam menghafal al-Qur'an itu bukan tentang seberapa cerdas IQ sang penghafal, yang terpenting adalah seberapa besar iya mau mengorbankan waktunya untuk menghafal al-Qur'an, menghabiskan masa mudanya dengan al-Qur'an. Karena hasil yang besar memerlukan pengorbanan yang besar pula.
Mungkin cukup sekian forum berbagi kita kali ini, mudah-mudahan bermanfaat, dan semangat menghafal.

SAYONARA
さよなら

METODE MENGHAFAL AL-QUR’AN METODE MENGHAFAL AL-QUR’AN Reviewed by Kakanda Style on 13:17 Rating: 5

DRAMA KISAH IMAM AHMAD BIN HAMBAL


Saya merasa sangat terharu dan tersentuh bahkan sampai menangis saat membaca kisah Imam Ahmad bin Hambal, sebuah karya sastra milik sastrawan asal yaman yaitu Imam Ahmad Ali Ahmad Baktsir yang berjudul “Imam Adzim” (Imam Agung) dalam bentuk percakapan atau drama.
Keindahan dialognya membuat saya merasa ingin sekali untuk menerjemahkannya keadalam bahasa Indonesia. Akhirnya saya mencoba menterjemahkannya walau dengan kemampuan yang serba terbatas. Mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk temen-temen semua.
IMAM AGUNG
Masuklah Imam Ahmad bin Hambal kedalam ruang pertemuan kerajaan, maka berdirilah Kholifah Mutawakkil (salah satu kholifah bani Abbasiyyah) dan diikuti oleh para hadirin sebagai bentuk penghormatan terhadap Imam Ahmad. Kemudian Mutawakkil mempersilahkan Imam duduk di sampingnya.
Mutawakkil : Selamat datang wahai Abu abdillah, kehadiranmu membuat kami merasa senang.
Imam      : Terimakasih  wahai  Amirul  mukminin,  semoga  Allah senantiasa memberikan kebaikan kepadamu, inilah aku Ahmad ibnu Hambal telah hadir di istanamu hari ini memenuhi titahmu, maka apakah yang amir inginkan dariku?
Mutawakkil : Ada kejanggalan bagiku atas dirimu, aku ingin mendengarnya langsung darimu.
Imam           : Dalam hal apa kejanggalan itu wahai amirul mukminin?
Mutawakkil : Benarkah  engkau  tidak  suka  untuk mendatangi majlisku wahai Abu Abdillah?
Imam         : Tidak wahai Amir, sungguh saya hanya tidak suka mendatangimu tanpa kebutuhan, supaya saya tidak menyibukkanmu dari memenuhi kebutuhan rakyatmu.
Mutawakkil : Atau karena kamu membenci perjalanan (yang jauh) menuju kesini dari baghdad?
Imam          : Tidak wahai Amir, sesungguhnya aku sudah merasa lemah dan kesulitan dalam melakukan perjalanan, karena diriku yang sekarang seperti yang engkau lihat, sudah tua renta.
Mutawakkil : Hinalah mereka, mereka mengatakan kepadaku bahwa engkau benci dan enggan bertemu denganku, kalau tahu begini aku akan membebaskanmu dari kesulitan (perjalanan menuju istana) itu. Maafkanlah saya wahai Abu Abdillah.
Imam           : Sudah saya maafkan sebelum engkau meminta wahai Amirul Mukminin.
Mutawakkil : Dan  mengenai  hadiah yang aku kirimkan kepadamu, kabarnya engkau enggan menggunakannya, maka engkau bagikan kepada orang-orang fakir dan orang-orang miskin.
Imam   : Wahai Amirul Mukminin, telah kudapati bahwa mereka lebih membutuhkannya, maka saya memberikannya kepada mereka, saya tidak berniat membuatmu marah.
Mutawakkil : (Tersenyum tertawa) wahai Abu Abdillah,  demi Allah saya tidak mendengar darimu ucapan yang tercela sedikitpun hari ini.
Imam         : Mudah-mudahan Allah memanjangkan umurmu wahai Amirul Mukminin.
Mutawakkil : Aamiin. wahai Abu Abdillah, sesungguhnya engkau telah memaafkan kesalahanku kepadamu, maukah engkau memaafkan kesalahan al-Mu’tashim Ayahku?
Imam            : Sudah saya maafkan wahai Amir.
Mutawakkil : (Bahagia) benarkah? Sudah tidak ada lagi keburukan tentangnya di hatimu?
Imam        : Dan tidak pula pada seorangpun yang menyakitiku, sungguh telah saya maafkan mereka.
Mutawakkil : Bahkan pada si pendosa yang terlaknat ini? (menunjuk ke arah Ibnu Abi Duad)
Imam           : (menoleh ke-orang yang ditunjuk kholifah) siapakah ini wahai Amir?
Mutawakkil : Engkau tidak mengingatnya? Ini musuhmu Ahmad bin Abi Duad.
Imam           : Dia bukanlah musuhku wahai amir, sungguh saya telah memaafkannya.
Mutawakkil : Ini adalah orang yang menyebabkan engkau disiksa dan ditindas, ini adalah orang yang membujuk ayahku dan pamanku dan saudaraku untuk menyiksamu.
Imam        : (Menengadahkan  tangannya) ya Allah, ampunilah Ibnu Abi Duad, ya Allah terimalah taubatnya.
Mutawakkil : (Terkejut) engkau malah mendoakannya wahai Abu Abdillah? Engkau berdoa untuk pendosa yang jahat?
Imam       : (Meneruskan  doanya)  ya  Allah,  jika  engkau  menerima dari para pendosanya umat Nabi Muhammad SAW sebagai tebusan, maka jadikanlah aku sebagai tebusan bagi mereka.
(Membuat para hadirin sangat tersentuh berucuran air mata, dan mereka terdiam terharu).
Mutawakkil : (Sambil menangis) Abu Abdillah, alangkah beruntungnya kami bisa bersamamu, tinggallah bersama kami sampai yang Allah kehendaki.
Imam       : Apabila engkau mengampuniku dan mengizinkanku untuk kembali ke rumahku di Baghdad, maka saya akan sangat berterimakasih sekali kepadamu.
Mutawakkil : Sebegitu bencinya kah engkau berada disampingku? Atau apakah ada hak-hakmu yang belum saya tunaikan?
Imam         : Bukan begitu maksud saya, saya tidak mau engkau menjadi orang yang lebih dzolim dari al-Mu’tashim ayahmu.
Mutawakkil : Kenapa begitu wahai Abdullah?
Imam         : Dulu  ayahmu  telah  meracuniku  dengan  fitnah  agama, dan sekarang engkau menawarkanku dengan fitnah dunia, dengan apa yang bisa menghancurkanku dan keluargaku berupa pemberian-pemberianmu. Saya telah selamat dari hal yang pertama, saya takut kalau saya tidak akan bisa selamat dari yang kedua.
Mutawakkil : Kini saya paham maksudmu wahai Abu Abdillah, dan saya izinkan sesuai keinginanmu.
Imam      : (Gembira) semoga Allah memanjangkan umurmu,  dan selalu disisi kebaikan wahai Amirul Mukminin.
Mutawakkil : Sebelum engkau pergi, terlebih dahulu berilah aku nasihat, nasihatilah aku dengan sebuah nasihat, aku akan menjaganya seumur hidupku.
Imam         : Wahai hamba Allah,  السفر قريب (perjalanan sudah sangat dekat) والطريق طويل (dan jarak tempuhnya amat sangat panjang) والزاد قليل dan bekal yang disiapkan amatlah sedikit.
Mutawakkil : (Merenungkan sambil menangis) wahai hamba Allah السفر قريب والطريق طويل والزاد قليل .


السفر قريب: Perjalan menuju akhirat yaitu (setelah) kematian
والطريق طويل : Jalanan atau jarak yang ditempuh untuk menuju surga atau neraka amat sangat panjang
والزاد قليل : Akan tetapi bekal (berupa ibadah dan ketaqwaan) amatlah sangat sedikit, maka pantaskah kita untuk masih terus bersenang-senang dengan urusan dunia? Pantaskah kita untuk menjadi penghuni surga?

والله أعلم بالصواب
DRAMA KISAH IMAM AHMAD BIN HAMBAL DRAMA KISAH IMAM AHMAD BIN HAMBAL Reviewed by Kakanda Style on 02:26 Rating: 5

Contoh Ceramah Tentang TANGGUNG JAWAB SEORANG PELAJAR

Hasil gambar untuk muslim student pngالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله وَبَرَكَاتُه

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الْكَرِيْمِ الْمَنَانِ, ذِي الْفَضْلِ وَالْإِنْعَامِ وَالرِّضْوَانِ, اَلَّذِيْ مَنَّ عَلَيْنَا بِالْإِيْمَانِ وَالْإِسْلَامِ وَالْإِحْسَانِ, فَجَعَلَنَا مِنْ أَتْبَاعِ رَسُوْلِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانِ, وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدِ نِالْمُخْتَارِ, ذِي الشمائل وَالْأَنْوَارِ, وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ الْأَخْيَارِ, مَا أَظْلَمَ لَيْلٌ وَأَشْرَقَ نَهَارٌ, أَمَّا بَعْدُ.
Yang terhormat dan yang kami muliakan Bapak Pengasuh pondok pesantren Raudlatut Tholibikin KH. Thohari Shodiq, mudah-mudahan beliau beserta keluarga selalu mendamatkan kasih sayang Allah. Aamiin..
Yang terhormat para asatidz dewan pengurus ponpes Raudlatut tholibin, para hadirin sekalian yg kami muliakan, para pendengar sekalian yang kami cintai, dan saudara-saudariku yang di muliakan Allah.
Pertama-tama, marilah kita panjatkan rasa syukur kita kepada Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di majlis yang berkah ini, pada siang hari ini, untuk meningkatkan iman dan takwa kita.
Kemudian, saya ingin menanyakan satu pertanyaan saat kepada kalian: sudah bersholawatkah kalian hari ini kepada Nabi Muhammad SAW? Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kepadanya dengan benar-benar sholawat. Allahumma sholli wasallim wabarik ‘alaih.
Tidak lupa pula, saya ucapkan terimakasih banyak kepada pembawa acara yang telah memberi saya kesempatan, dan dalam kesempatan kali ini saya akan menyampaikan pidato tentang:
“Tanggung jawab seorang pelajar”
Hadirin sekalian yang berbahagia,
            Terdapat dalam kitab “ta’limul muta’allim” bahwa ada enam kewajiban yang harus dilaksanakan oleh para pelajar yang sedang menuntut ilmu. Tanggungjawab dan kewajiban adalah memiliki arti yang sama, memiliki arti yang satu. insyaAllah atas izin Allah akan saya paparkan secara perinci penjelasannya.
Saudara-saudaraku yang tercinta,
            Syarat yang pertama: seorang pelajar harus paham apa itu ilmu, harus tahu esensi dari ilmu.
Rasulullah SAW bersabda: “menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim” tanpa menyebutkan “muslimah”, ini bukan berarti muslimah tidak wajib belajar, akan tetapi muslimah sudah termasuk kedalam lafadz “muslim”, yakni menuntut ilmu adalah wajib bagi muslim dan muslimah.
            Ketahuilah wahai para pemuda, tidak wajib atas kalian menimba semua ilmu, akan tetapi wajib bagimu mempelajari ilmul hal, sebagaimana dikatakan bahwa sebaik-baik ilmu adalah ilmul hal, dan sebaik-baik pekerjaan adalah menjaga hal. Apa itu ilmul hal? Yaitu ilmu agama, yang di maksud dari hal disini adalah hal-hal yang terjadi dalam kehidupan manusia berupa inkar, iman, sholat, zakat, puasa, dan lain sebagainya. Akan tetapi mempelajari ilmu formal juga penting, karena itu adalah jalan untuk berhasil dalam mencari ilmu agama. Barangsiapa menginginkan akhirat maka gapailah dengan ilmu, barangsiapa menginginkan akhirat maka gapailah dengan ilmu, dan barang siapa menginginkan kedua-duanya maka gapailah dengan ilmu. Oleh karena itu, mari kita mencari ilmu agama sebanyak mungkin dan mempelajari ilmu formal.
            Syarat yang kedua adalah niat yang baik dan benar, di dalam proses belajar kita harus memiliki niat yang baik, karena niat adalah dasar utama dalam segala hal, rasulullah saw bersabda: “sah tidaknya amal adalah tergantung pada niat ...” apabila niatnya baik, maka perbutannya pun akan menjadi baik, dan apabila niatnya rusak, maka amalnya pun akan rusak, maka bersihkanlah niat kita semata2 karena Allah. Dan seyogyanya pelajar meniatkan belajarnya untuk mencari ridha Allah, menghilangkan kebodohan, menghidupkan agama islam, dan sebagai rasa syukur atas nikmat aqal dan sehatnya badan. Apabila kita berniat dengan demikian, maka insyaAllah Allah akan memudahkan kita dalam menuntut ilmu, dan mendapatkan ilmu yang manfaat, Aamiin..
            Teman-temanku tercinta !
            Adapun syarat yang ketiga adalah ikhtiyar yaitu memilih dan memilah. Yang pertama pilihlah ilmu yang manfaat untuk kita, keluarga kita, agama kita, negara kita dan orang-orang disekitar kita, Oleh karena itu, utamakanlah ilmmu tauhid untuk lebih mengenal Allah. Kemudian yang kedua pilihlah guru yang memiliki banyak ilmu, yang menjaga diri serta sepuh, agar bisa ngalap berkah dan ngalap manfaat. Kemudian yang terakhir, pilihlah teman belajar yang sungguh-sungguh dalam belajar, disiplin dan tidak malas, agar kita bisa ikut menjadi pelajar yang cerdas, penyabar, jujur dan hasil ilmu.
            Di dalam syair ulama menjelaskan :
Ingatlah, engkau tidak akan hasil ilmu kecuali dengan 6 hal
Perinciannya akan saya terangkan kepadamu dengan jelas
Cerdas, haus akan ilmu, sabar, dan bekal yang cukup
Petunjuk dari guru, dan waktu belajar yang lama

            Syarat yang ke-empat adalah menghormati ilmu dan pemiliki ilmu.  Kenapa harus demikian? Karena ketahuilah wahai para pemuda! Sejatinya seorang pelajar tidak akan hasil ilmu dan tidak akan manfaat ilmu kecuali dengan menghormati ilmu dan pemilik ilmu. Di katakan: “tidaklah sukses orang yang sukses kecuali dengan hormat, dan tidaklah gagal orang yang gagal kecuali karena meninggalkan hormat” sebagai mana pada ungkapan “penghormatan itu lebih baik dari pada patuh, apakah kamu tidak tahu bahwa manusia itu tidakah kufur karena ma’shiat, akan tetapi ia menjadi kufur karena meninggalkan hormat”.
            Saudara-saudarku kaum muslimin yang berbahagia!
            Syarat yang kelima adalah memiliki tekad dan bersungguh-sungguh. Karena menuntut ilmu itu memerlukan kesungguhan dari tiga unsur, yaitu kesungguhan dari pelajar, guru dan orang tua. Sebagaimana yang kita ketahui, barang siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan berhasil, dan barang siap yang menanam benih maka akan memanen hasilnya, tekad dan kesungguhan itu membuka setiap pintu yang tertutup.
            Dan syarat yang terakhir adalah hendaknya bermusyawarah keudian bertawakkal kepada Allah.
            Allah meninggikan derajat orang yang beriman diantara kamu, dan orang-orang yang di beri ilmu.
            Hadirin yang di muliakan Allah...
Saya cukupkan sampai disini, terimakasih atas perhatiannya, apabila terdapat kesalahan maka itu merupakan kekurangan dari pribadi saya sendiri, kebenaran hanya milik Allah. Akhir kata:
أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى الله.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله وَبَرَكَاتُه
Contoh Ceramah Tentang TANGGUNG JAWAB SEORANG PELAJAR Contoh Ceramah Tentang TANGGUNG JAWAB SEORANG PELAJAR Reviewed by Kakanda Style on 01:33 Rating: 5

PIDATO BAHASA ARAB TANGGUNG JAWAB SEORANG PELAJAR

اَلْمَسْؤُوْلِيَّاتُ لِلْمُتَعَلِّمِيْنَ وَالْمُتَعَلِّمَاتِ
(TANGGUNG JAWAB SEORANG PELAJAR)


السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله وَبَرَكَاتُه
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الْكَرِيْمِ الْمَنَانِ, ذِي الْفَضْلِ وَالْإِنْعَامِ وَالرِّضْوَانِ, اَلَّذِيْ مَنَّ عَلَيْنَا بِالْإِيْمَانِ وَالْإِسْلَامِ وَالْإِحْسَانِ, فَجَعَلَنَا مِنْ أَتْبَاعِ رَسُوْلِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانِ, وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدِ نِالْمُخْتَارِ, ذِي الشمائل وَالْأَنْوَارِ, وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ الْأَخْيَارِ, مَا أَظْلَمَ لَيْلٌ وَأَشْرَقَ نَهَارٌ, أَمَّا بَعْدُ.
حَضْرَةُ الْمُكَرَّمِ وَالْمُحْتَرَمِ مُدِيْرُ الْمَعْهَدِ رَوْضَةُ الطَّالِبِيْن شَيْخُنَا الْحَاجُّ طَهَارى الصَّدِيْقُ غَفَرَ الله لَهُ وَلِأَهْلِهْ, آمِيْن.
حَضْرَةُ الْمُعَظَّمِيْنَ جَمِيْعُ الْأَسَاتِذِ وَالْأَسَاتِذَةِ لِلْمَعْهَدِ رَوْضَةُ الطَّالِبِيْن.
أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ الْمُكْرَمُوْن, وَيَآ أَيُّهَا الْمُسْتَمِعُوْنَ الْمَحْبُوْبُوْن, وَيَآ أَيُّهَا الْإِخْوَانْ وَالْأَخْوَاتْ رَحِمَكُمُ الله.
قَبْلَ كُلِّ شَيْءٍ, هَيَّا نَشْكُرُ اللهَ تَعَالَى لِأَنَّ بِرَحْمَتِهِ وَفَضْلِهِ نَحْنُ نَسْتَطِيْعُ أَنْ نَجْتَمِعَ فِيْ هَذَا الْمَكَانِ الْمُبَارَكْ فِيْ هَذَا النَّهَارِ إِرْتِقَآءً لِإِيْمَانِنَا وَتَقْوَانَا, آمِيْن.
وَبَعْدَهُ, سَأَسْأَلُكُمْ سُؤَالًا, هَلْ صَلَّيْتُمُ الْيَوْمَ عَلَى سَيِّدِنَا محمد؟ يَآأَيُّهَا الَّذيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا! اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ. وَلَا أَنْسَى, أَقُوْلُ شُكْرًا كَثِيْرًا لِرَئِيْسِ الْجَلْسَةِ الَّذِيْ قَدْ أَعْطَانِيْ فُرْصَةً سَعِيْدَةً. وَفِي هَذِهِ الْفُرْصَةِ السَّعِيْدَةِ سَأُقَدِّمُ لَكُمْ خُطْبَةً تَحْتَ الْمَوْضُوْعِ "اَلْمَسْؤُوْلِيَّاتُ لِلْمُتَعَلِّمِيْنَ وَالْمُتَعَلِّمَاتِ".
أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ السُّعَدَاءُ...
لَخَّصْتُ فِي كِتَابِ "التَّعْلِيْمِ الْمُتَعَلِّمِ" أَنَّ الْوَاجِبَاتِ لِلْمُتَعَلِّمِيْنَ وَالْمُتَعَلِّمَاتِ سِتَّةُ أَشْيَاءَ, وَالْمَسْؤُوْلِيَّاتُ نَفْسُ الْمَعْنَى بِالْوَاجِبَات. إِنْ شَاءَ الله بِإِذْنِ الله, سَأُبَيِّنُ لَكُمْ عَنْ تَفْصِيْلِهَا بِبَيَانٍ.
أَيُّهَا الْإِخْوَانُ الْأَحِبَّاءُ...
اَلشَّرْطُ الْأَوَّلُ يَجِيْبُ عَلَيْهِمْ أَنْ يَّعْرِفُوْا مَاهِيَةَ الْعِلْمِ. قَالَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلم فِي حَدِيْثِهِ الشَّرِيْفِ "طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ" بِدُوْنِ لَفْظِ "وَمُسْلِمَةٍ", وَلَايَعْنِيْ هَذَا أَنَّ الْمُسْلِمَةَ لَا يَجِبُ عَلَيْهَا التَّعَلُّمُ, بَلْ هِيَ دَاخِلَةٌ فِي لَفْظِ "مُسْلِمٍ", يَعْنِي طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ مُكَلَّفَةٍ.
إِعْلَمُوْا يَاشَبَابُ, أَنَّ لَايَفْتَرِضُ عَلَيْكُمْ طَلَبُ كُلِّ عِلْمٍ بَلْ يَفْتَرِضُ عَلَيْكُمْ طَلَبُ عِلْمِ الْحَالِ, كَمَا قِيْلَ أَفْضَلُ الْعِلْمِ عِلْمُ الْحَالِ وَأَفْضَلُ الْعَمَلِ حِفْظُ الْحَالِ. مَا هُوَ عِلْمُ الْحَالِ؟ هُوَ عِلْمُ الدِّيْنِ وَالْمُرَادُ مِنَ الْحَالِ هَهُنَا الْأَمْرُ الْعَارِضُ لِلْإِنْسَانِ مِنَ الْكُفْرِ وَالْإِيْمَانِ وَالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ وَالصَّوْمِ وَغَيْرِهَا. وَلَكِنْ, طَلَبُ الْعِلْمِ غَيْرُ الدِّيْنِيَّةِ مُهِمُّ أَيْضًا لِأَنَّه طَرِيْقًا إِلَى تَحْصِيْلِ الْعِلْمِ الدِّيْنِيَّةِ. مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ, وَمَنْ أَرَادَ الْأَخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ, وَمَنْ أَرَادَ هُمَا مَعَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ. وَلِذَالِكَ هَيَّا نَطْلُبُ عُلُوْمًا دِيْنِيَّةً بِأَكْثَرِ مَا يُمْكِنُ حَتَّى نَطْلُبُ عِلْمًا مِنْ عُلُوْمٍ غَيْرِ دِيْنِيَّةٍ.
وَالشَّرْطُ الثَّانِي هُوَ النِّيَّةُ الْجَيِّدَةُ, فِي حَالِ التَّعَلُّمِ لَابُدَّ لَنَا مِنَ النِّيَّةِ الْجَيِّدَةِ فِي زَمَانِ تَعَلُّمِ الْعِلْمِ, لِأَنَّ النِّيَّةَ هِيَ الْأَصْلُ فِيْ جَمِيْعِ الْأَحْوَالِ, كَمَا قَالَ رَسُوْلُ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ "إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَات..." أَيْ صِحَّةُ الْأَعْمَالِ بِالنِّيَاتِ. إِذَا صَلُحَتْ النِّيَّةُ صَلُحَ الْعَمَلُ, وَإِذَا فَسَدَتْ النِّيَّةُ فَسَدَ الْعَمَلُ, فَاخْلِصُوْا نِيَّتَكُمْ لِوَجْهِ الله. وَيَنْبَغِي أَن يَّنْوِيَ الْمُتَعَلِّمُ بِطَلَبِ الْعِلْمِ لِتَنَاوُلِ رِضَى الله تَعَالَى, وَلِإِزَالَةِ الْجَهْلِ, وَاِحْيَاءِ دِيْنِ الْإِسْلَامِ, وَشُكْرٍ عَلَى نِعْمَةِ الْعَقْلِ, وَصِحَّةِ الْبَدَانِ. فَإِذَا نَوَيْنَا بِهَؤُلَاءِ النِّيَاتِ, إِنْ شَاءَ الله, سَيُسَهِّلُ اللهُ لَنَا فِي طَلَبِ الْعِلْمِ, وَسَيُصْبِحُ عِلْمُنَا عِلْمًا نَافِعًا. آمين...
أيها الإخوان الأَحِبَّاء.
اَلشَّرْطُ الثَّالِثُ, يَنْبَغِي لِطَالِبِ الْعِلْمِ الْإِخْتِيَارُ. أَوَّلًا أَنْ يَخْتَارَ الْمُتَعَلِّمُ عِلْمًا نَافِعًا لِنَفْسِهِ وَدِيْنِهِ وَوَطَنِهِ وَلِأَهْلِهِ وَلِجَمِيْعِ مَنْ حَوْلَهُ, وَلَابُدَّ أَنْ يُّقَدِّمَ عِلْمَ التَّوْحِيْدِ لِمَعْرِفَةِ الله, وَثَانِيًّا أَنْ يَّخْتَارَ الْأُسْتَاذَ الَّذِيْ لَهُ زِيَادَةُ عِلْمٍ وَ الْأَوْرَاعِ وَالْأَكْبَرُ سِنًّا, حَتَّى يَكُوْنَ تَعَلُّمُهُ مُبَارَكًا وَيَنْتَفِعَ بِعِلْمِكَ, وَثَالِثًا أَنْ يَّخْتَارَ الشَّارِكَ الْمُجِدَّ وَالْوَرَعِ وَصَاحِبِ الطَّبْعِ الْمُسْتَقِيْمِ وَيَجْتَنِبُ الْكَسْلَانَ وَالْمِكْثَارَ وَالْمُفْسِدَ وَالْفُتَّانَ, حَتَّى يَكُوْنَ مُتَعَلِّمًا ذَكِيًّا وَصَابِرًا وَصَادِقًا ثُمَّ يَتَنَاوَلَ الْعِلْمَ. كَمَا قَالَ أَحَدُ الْعُلَمَاءِ:
أَلَا  لَا تَنَالُ  الْعِلْمَ  إِلَّا  بِسِتَّةٍ # سَأُنْبِيْكَ عَنْ مَجْمُوْعِهَا بِبَيَانٍ
ذَكَاءٍ وَحِرْصٍ وَاصْطِبَارٍ وَبُلْغَةٍ # وَإِرْشَادِ أُسْتَاذٍ وَطُوْلِ زَمَانٍ
UNTUK DALIL TENTANG TEMAN YANG BAIK BERUPA MUSIQ, KLIK DI SINI
اَلشَّرْطُ الرَّابِعُ هُوَ تَعْظِيْمُ الْعِلْمِ وَأَهْلِهِ. لِمَاذَا يَجِبُ عَلَى الْمُتَعَلِّمِ تَعْظِيْمُ الْعِلْمِ وَأَهْلِهِ؟ إِعْلَمُوْا يَاشَبَابُ, أَنَّ طَالِبَ الْعِلْمِ لَايَنَالُ الْعِلْمَ وَلَا يُنْتَفَعُ بِهِ إِلَّا بِتَعْظِيْمِ الْعِلْمِ وَأَهْلِهِ, قِيْلَ "مَاوَصَلَ مَنْ وَصَلَ إِلَّا بِالْحُرْمَةِ وَمَاسَقَطَ مَنْ سَقَطَ إِلَّا بِتَرْكِ الْحُرْمَةِ وَالتَّعْظِيْمِ, أَوْكَمَا قَالَ "الْحُرْمَةُ خَيْرٌ مِنَ الطَّاعَةِ, أَ لَاتَرَى أَنَّ الْإِنْسَانَ لَايَكْفُرُ بِالْمَعْصِيَةِ وَإِنَّمَا يَكْفُرُ بِتَرْكِ الْحُرْمَةِ".
إخوانِيْ المسلمون السُّعَدَاء.
الشَّرْطُ الْخَامِسُ يَعْنِي أَنْ يَّتَعَلَّمَ طَالَبُ الْعِلْمِ بِالْجِدِّ وَالْهِمَّةِ, لِأَنَّ فِي التَّعَلُّمِ يَحْتَاجُ إِلَى جِدِّ الثَّلَاثَةِ؛ الْمُتَعَلِّم وَالْأُسْتَاذِ وَالْأَبِّ. كَمَا عَرَفْنَا أَنَّ مَنْ جَدَّ وَجَدَ وَمَنْ زَرَعَ حَصَدَ وَأَنَّ الْجِدَّ وَالْهِمَّةَ يَفْتَحَانِ كُلَّ بَابٍ مُغْلَقٌ.
وَشَرْطُ الْأَخِرُ مِنْ تَلْخِيْصِي عَنْ وَاجِبَاتِ الْمُتَعَلِّمِ فِي طَلَبِ الْعِلْمِ هُوَ أَن يُّشَاوِرَ ثُمَّ يَتَوَكَّلَ عَلَى الله.
مُنْذُ بِدَايَةِ هَذِهِ الخُطْبَةِ القَصِيْرَةِ إِلَى نِهَايَتِهَا نَعْرِفُ أَنَّ مَسْؤُوْلِيَّاتٍ لِلطُّلَّابِ الْعِلْمِ سِتَةُ أَشْيَاءَ, هِيَ:
١. يَجِيْبُ عَلَيْهِمْ أَنْ يَّعْرِفُوْا مَاهِيَةَ الْعِلْمِ
٢. أَنْ يَنْوِيُوْا بِالنِّيِّةِ الْجَيِّدَةِ فِيْ حَالِ التَّعَلُّمِ
٣. أَنْ يَّخْتَارُوْا الْعِلْمَ وَالْأُسْتَاذَ وَالشَّرِيْكَ
٤. أَنْ يُّعَظِّمُوْا الْعِلْمَ وَأَهْلَهُ
٥. اَلْجِدُّ وَالْهِمَّةُ فِيْ طَلَبِ الْعِلْمِ
٦. أَنْ يُّشَاوِرُوْا وَيَتَوَكَّلُوْا عَلَى الله
قاَلَ الله تَعَالَى فِي سُوْرَةِ الْمُجَادَلَةِ آيَةِ الْحَادِيَةَ عَشرَة: يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ.
أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ الله..
أَكْتَفِيْ كَلاَمِيْ فِي هَذِه المُنَاسَبَةِ, أَقُوْلُ شُكْرًا كَثِيْرًا عَلَى إِهْتِمَامِكُمْ وَإِنْ وَجَدْتُمْ مِنْ خُطْبَتِيْ خَطَّأً فَهُوَ مِنْ نَفْسِيْ وَإِنْ وَجَدْتُمْ مِنْ خُطْبَتِي صَوَابًا فَهُوَ مِنْ عِنْدِ اللهِ، وَأَخِيْرُ قَوْلِي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى الله.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله وَبَرَكَاتُه
Di buat oleh: KHIZYAN HAMI (selesai 28 Oktober 2015)
Lihat juga:
TEKS CERAMAH PENTINGNYA ILMU BAGI UMAT ISLAM _B. INDONESIA
MC BAHASA ARAB

Boleh langsung di Copy + Paste atau di Download

Cara download klik pada link "DOWNLOAD" bergambar kepala serigala berapi di bawah, Lalu klik UNDUH GRATIS seperti yang ditunjukkan oleh anak panah pada gambar berikut 


NB: * TERJEMAHANNYA DI SINI
        * JIKA ADA YANG SALAH KOREKSILAH DIKOMENTAR MUBASYAROTAN
        * SEMOGA BERMANFAAT



PIDATO BAHASA ARAB TANGGUNG JAWAB SEORANG PELAJAR PIDATO BAHASA ARAB TANGGUNG JAWAB SEORANG PELAJAR Reviewed by Kakanda Style on 12:45 Rating: 5

TEKS CERAMAH TENTANG PENTINGNYA SEBUAH ILMU UNTUK UMAT MUSLIM

PENTINGNYA SEBUAH ILMU UNTUK UMAT MUSLIM

Photo: Buya Yahya Cirebon (Tokoh yang saya kagumi)
Assalamu’alaikum Wr. Wb.


Jawab salamnya yang serempak
Senada seirama
Menggelegar diangkasa
Nyut-nyutan di dalam dada


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم، الحمد لله رب العالمين، وبه نستعين على امورالدنيا والدين، والصلاة والسلام على اشرف الانبياء والمرسلين، وعلى اله وصحبه اجمعين، رب اشرح لي صدري، ويسر لي امري، واحلل عقدة من لسني يفقه قولي، اما بعد.
Yang saya muliakan, ………………………..
Yang saya hormati,……………..
Bapak-bapak dan Ibu-ibu wali murid yang kami hormati.
Rekan-rekanku serta hadirin sekalian yang dimuliakan Allah.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puja kepada dzat yang maha kuasa, kita panjatkan puji kepada dzat yang maha suci, kita panjatkan syukur kepada dzat yang maha ghofur. Yang telah melimpahkan beribu-ribu nikmatnya kepada kita, baik nikamat jasmani maupun nikmat rohani, sehingga kita bisa bermuwajjahah (مُوَجَّهَهُ) bertatap muka ditempat yang mulia ini, Dalam acara yang insyaAllah diridloi oleh Allah SWT. Amin ya robbal ‘alamin.
Kedua kalinya, sholawat beriring salam semoga selalu Allah curah limpahkan kepada junjungan nabi besar kita, the best of the best (de bes of de bes), the king of the king (de king of de king), nabiyuna Muhammad shollallahu’alaihi wasallam. Yang telah sukses memperjuangkan agama Islam dari ujung kota sampai kepelosok desa. Bersama para sahabat Mengobarkan semangat juang kaum muslimin, mengkibarkan bendera Islam, memperjuangkan kalimat LAAAAAA ILAA HA ILLALLAH.
Pak, Bu, kumaha damang?
Semoga Allah selalu melimpahkan kesehatan kepada kita semua, amin ya robbal ‘alamin.
Alhamdulillah, pada kesempatan kali ini, insyaAllah Al Faqir akan mecoba sedikit menjelaskan tentang Pembagian manusia berdasarkan Ilmunya”.
Pak… bu…
Allah SWT menciptakan makhluk yang amat sangat taat, namanya malaikat. Allah juga menciptakan makhluk yang sangat ingkar, ketika disuruh sujud ia tak mau sujud, namanya Iblis. Nah di tengah-tengah antara malaikat dan Iblis, Allah menciptakan umat manusia. Jadi manusia itu terdiri dari setengah malaikat dan setengah iblis. Makanya, kadang baik kadang juga buruk, hari ini sholat eh besoknya mlah nenggak (minuman), hari ini shodaqoh 1000 eh besoknya maling 1 juta, wana’udzubillahi mindzalik.
Nah kita manusia diberi kelebihan oleh Allah dibandingkan dengan makhluq yang lainnya, yakni berupa akal. Perlu bapak Ibu sekalian Ketahui, bahwa akal itu sangat istimewa, dan pastinya diberikan oleh Yang Maha Istimewa kepada yang istimewa, jadi manusia itu istimewa. Kenapa bisa istimewa? Karena dengan akal lah kita dapat memiliki ikmu, dank arena ilmulah kita bisa mendapatkan kebahagian baik di dunia maupun di akhirat.
Barang siapa menginginkan dunia maka dengan ilmu, dan barang siapa yang menginginkan akhirat itu dengan ilmu, dan barang siapa yang menginginkan keduanya juga dengan ilmuuuuuuuuuu…(nada tarling)
Pada akhirnya, dengan ilmulah manusia terbagi menjadi 4 bagian. Apa sajakah yang empat itu?
Yang pertama, رَجُلٌ يَدْرِيْ اَنَّهُ يَدْرِيْ artinya seorang yang berilmu dan tahu kalau dirinnya berilmu. Orang yang semacam ini akan condong menjadi orang yang saling nasihat menasihati dan pandai bersyukur. Nyanyi yuk pak, nyanyi yuk bu.

Mata ini ciptaan Allah
Hidung ini ciptaan Allah
Tangan  ini ciptaan Allah
Kaki ini ciptaan Allah
Sholatullah salamullah
‘ala thoha rosu lillah
Sholatullah salamullah
‘ala yasin habibillah
Mata melihat Alhamdulillah
Tuk melihat alam semesta
Tak melihat butalah kita
Mari ucapkan na’udzubillah
Telinga mendengar Alhamdulillah
Tuk mendengar suara indah
Tak mendengar butalah kita
Mari ucapkan na’udzubillah
Kaki melangkah Alhamdulillah
Tuk melangkah kejalan syurga
Tak melangkah lumpuhlah kita
Mari ucapkan na’udzubillah
(make nada “baju baru Alhamdulillah”)
Tipe yang pertama inilah yang patut kita dekati, sebagaiman dikatakan dalam ta’limul muta’allim:
اِذَاكُنْتَ فِيْ قَوْمٍ فَصَاحِبْ خِيَارَهُمْ # وَلَاتَصْحَبِ الْاَرْدَى فَتَرْدَي مَعَ الرَّدِيْ
(nada “naruddu bikal a’la” baka jamiyahan)
Ketika dirimu berada dalam suatu qoum, maka temanilah orang yang baik-baik dari mereka # dan janganlah kamu temani orang yang hina akhlaknya, karena kamu akan menjadi hina bersama orang yang hina.
Berteman dengan kiyai dekat dengan Allah, berteman dengan Habib dekat dengan Rasulullah, berteman dengan Ulama jadi ‘alim agama Allah, dekat dengan pemimpin bijaksana dijalan Allah. Rek dekat dengan maling ya ikutan dibilang maling, dekat dengan garong ikutan dibilang garong. Dekat dengan pedagang minyak wangi ikutan wangi, dekat dengan tukang gesek ikutan bau gesek, dekat dengan tukang kentun ikutan bau kentut, pas giliran naik haji dibilang haji kentuut.
Tapi ingat, ketika kita diberi karunia ilmu yang banyak oleh Allah jangalah kita menjadi sombong, jangan jadi tukang boong, korupsi di siang bolong, sama saja dengan garong, milik orang digendong, kalo uadah ketahuan mah kaya bencong, lari terbirit-birit kaya dikejar pocong.
Jangan cemari nama baik kita dengan kesombongan, jangan cemari nama baik kita dengan kebohongan, karena nama baik kalau sudah tercemar akan susah untuk menghilangkannya.
Contoh, ada yang dari indramayu? Punten buat orang indramayu.
Siapa sih yang tak kenal dengan indramayu? Mayoritas penduduk indramayu adalah ank pesantrenan dan lulusan pesantren, di esantren manapun ada anak indramayu. Di babakan ada santri indramayu, dikempek indramayu, dibuntet indramayu, dibrebes indramayu, dimajalengka indramayu, dikuningan indramayu, dijombang indramayu, dilirboyo indramayu, dijakarta yo indramayu, diamerika indramayu, disingapur indramayu, dijepang indramayu, diturki indramayu, diyaman indramayu, bahkan dimesirpun ada santri indramayu.
Mayoritas penduduk indramayu adalah pesantren, tetapi orang-orang mengenal indramayu bukan kota pesantren. Kata orang majalengka indramayu kota mangga, kata orang kuningan indramayu kota gaplean, yang lebih parah orang Cirebon bilang indramayu itu kota     te lem bo ok. Itulah nama kalau sudah tercemar akan susah untuk memperbaikinya.

Tipe yang kedua yaitu رجل لَايدري انه يدي orang yang pintar tapi tidak sadar kalau dirinya itu pintar, wong bisa tapi ora weruh lamon deweke kuh bisa.
Dingkon wudlu mong ora bisa
Dingkon adzan emong ora bisa
Dingkon sholat mong ora bisa
Marhabanan emong ora bisa
          Dingkon PS ayu reang bisa
          Dingkon nyanyi ayu isun bisa
Dingkon tahlil mong ora bisa
Dingkon mati yoo ora bisa
Cuapek dechhh….
Makanya, jangan bilang tidak bisa sebelum kita mencoba dan berusaha.
Beeetul enggak pak? Beeetul enggak bu?
Alhamdu lillah…..
         
Menus yang ketiga رَجُلٌ يَدْرِيْ اَنَّهُ لَايَدْرِيْ orang yang bodoh dan dia tahu kalau dirinya itu bodoh.
Pak… bu….
Al Faqir sadar kalau diri Al faqir itu bodoh, tapi jangan salah, dengan kesadaran ini saya akan menjadi anak yang semangat, anak yang rajin belajar, agar saya tidak seterusnya menjadi orang bodoh, agar saya bisa menjadi putra putri bangsa yang bisa berguna bagi agama, nusa dan bangsa. Amin ya robbal ‘alamin….
Jangan jadi tipe orang yang keempat رجل لا يدري انه لا يدري   dia itu bodoh, tapi tidak menyadari kalau dirinnya itu bodoh. Sebodoh-bodohnya orang yang bodoh adalah orang bodoh yang tidak tahu kalau dirinya bodoh. Setolol-tololnya orang yang tolol adalah orang tolol yang tidak menyadari kalau dirinya tolol. Segila-gilanya orang yang gila adalah orang gila yang tidak menyadari kalau dirinya itu gila. Dan secantik-cantiknya orang yang cantik adalah orang cantik yang tidak menyadari kalau dirinya itu cantik. Alhamdulillah, hirobbil ‘alamin.
Pak… Bu…
Kalau sudah bodoh ya jangan ngaku pintar, karena bisa-bisa menyesatkan.
          Ceritanya pak RT karo Pak Bupati lagi berantem, gara-gara Pak RT lagi asik korupsi sendirian. Jare pak bupatine “lah lah lah, ente berani-beraninya korupsi, enggak takut masuk penjara ente?”. Pak RT nya ngebales “jadi bupati ko guoblog, pake otaknya donk, gimana aja caranya biar enggak ketahuan, tuh liat, disekeliling enggak ada orang toh, jadi enggak bakalan mungkin ada yang tau, ples enggak bakalan ada yang ngejeblosin saya kepenjara”. Pak Bupati geleng-geleng kepala dia “Astaghfirullah, dasar bahlul ente, bupati dibilang guoblok, sadar donk, biar kate enggak ada orang yang tahu tapi Allah SWT Maha Tahu”. Pak Rt bingung, mau jawab apaaa….. tapi pak rt tak mau kalah “emang anda bupati, tapi bupati guoblok, belum ngaji ente, enggak pernah baca Qur’an ente, biar pun Allah Maha Tahu kalu saya korupsi, tapi anda harus ingat bahwa والله غفور الرحيم tinggal taubat toh, kan Allah itu Maha Pengampun, gitu aja ko repot”…. Itulah contoh orang bodoh ngaku pintar. Sahabat umar bin khattab berkata “memang Allah Maha Pemgampun. Tapi ingatlah sesungguhnya adzab Allah sangatlah pedih”.
Alhamdulillah, hirobbil ‘alamin.
          Bapak2 ibu2 yang dimuliakan Allah.
Mulai sekarang, mari kita koreksi diri kita masing-masing, termasuk orang yang manakah diri kita? Apakah رَجُلٌ يَدْرِيْ اَنَّهُ يَدْرِيْ ? atau mungkin رجل لَايدري انه يدي ? atau barangkali رَجُلٌ يَدْرِيْ اَنَّهُ لَايَدْرِيْ ? dan bahkan bisa jadi kita termasuk رجل لا يدري انه لا يدري?
Untuk itu koreksilah diri anda, حَاسِبُوْا اَنْفُسَكُمْ قَبْلَ اَنْ تَحْسَبُوْا غَيْرَكُمْ introfeksilah pribadi anda terlebih dahulu sebelum mengintrofeksi orang lain.
كن عالما ولاتكن جاهلا jadilah orang yang berilmu dan janganlah menjadi orang yang bodoh. طلب العلم فريضة على كل مسلم ومسلمة menuntut ilmu itu wajib hukumnya bagi muslim laki-laki maupun muslim perempuan.
1+1=2 yukz kita mencari ilmu supaya kita bisa berdo’a
2+2=4 kalau kita bisa berdo’a kita bisa dapet berkat
4+4=8 kalau kita dapet berkat kita bisa makan
8+8=16 kalau kita bisa makan kita gak usah ngeluarin beras
16+16=32 kalau kita punya banyak beras mau kawin sama siapapun disayang merrrrtua.
Mungkin cukup sekian yang bisa saya sampaikan. Demi Allah saya taati, demi orang tua saya patuhi, demi kaka saya kasihi, demikian saya akhiri. Jangan lupa klik iklannya juga ya, gratis.

Wabillahilhidayah wattaufiq

Wassaamu’alaikum Wr. Wb.
Karya asli oleh: KHIZYAN HAMI
Boleh langsung di Copy + Paste atau di Download
Cara download klik pada link "DOWNLOAD" yang bergambar kepala serigala berapi dibawah, Lalu klik UNDUH GRATIS seperti yang ditunjukkan oleh anak panah pada gambar berikut.
semoga bermanfaat.

TEKS CERAMAH TENTANG PENTINGNYA SEBUAH ILMU UNTUK UMAT MUSLIM TEKS CERAMAH TENTANG PENTINGNYA SEBUAH ILMU UNTUK UMAT MUSLIM Reviewed by Kakanda Style on 11:31 Rating: 5

Recent in Sports

ads 728x180 B
Powered by Blogger.

Photography

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI BLOG KAMI
PRINSIP HIDUP ADALAH TERUS BERGERA
DIDALAM PERGERAKAN ADA BAROKAH

HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA
الحركة بركة
PEMUDA ADALAH MASA DEPAN BANGSA
SEMOGA CINTA KITA ABADI
KHIZYAN HAMI
محمد رسول اللهلاإله إلاالله

Ads

Seo Services